Empat Mantra Meningkatkan Rasa Percaya Diri

pixabay.com

Apakah rasa percaya dirimu naik turun, nggak stabil, bahkan lebih cepat hilang daripada muncul kembali? Jangan khawatir. Dalam tulisan ini akan saya rangkumkan cara-cara meningkatkan rasa percaya diri seperti yang termuat dalam buku Bicara Itu Ada Seninya, Rahasia Komunikasi yang Efektif, halaman 80-84 karya Oh Su Hyang, terbitan Penerbit Bhuana Ilmu Populer, Jakarta.

Dalam buku tersebut disajikan empat langkah jitu agar rasa percaya dirimu meningkat.

1. Beri salam dan berbicaralah sambil tersenyum

Jangan lupa senyum ya, termasuk ketika kamu berbicara. Prof. James V. McConnell dari Jurusan Psikologi Universitas Michigan mengatakan, “Senyuman membuat manajemen, pengajaran, atau penjualan lebih efektif dan membuat orang lebih bahagia dalam mengasuh anak. Wajah yang tersenyum lebih bermakna besar daripada wajah yang masam.” 

Nah, lengkapi senyummu itu dengan salam yang tepat. Penulis drama dari Inggris, George Bernard Shaw, dulu adalah anak yang pemalu dan tertutup sehingga takut bila bertemu orang. Namun, ia mulai memberi salam kepada orang-orang agar bisa berubah. Perlahan-lahan ia menjadi orang yang periang dan aktif. Orang-orang pun jadi menyukai dirinya. Dengan demikian, senyum dan salam adalah katalis yang membuka hubungan interpersonal. 

2. Berbicaralah sambil menatap dan dengan lafal yang tepat

Perlu kamu perhatikan bahwa pelafalan yang tepat itu penting. Jika salah lafal, makna dialog jadi tidak tersampaikan dengan baik. Komunikasi tidak akan berjalan normal karena pelafalan yang tidak pas. 

Nah, jangan lupa, tatap lawan bicara kamu. Jangan sampai lawan bicaramu menyangka kalau kamu tidak tertarik untuk mengobrol dengannya bila pandangan matamu selalu ke atap atau jendela. Jika kamu tidak kuat bertatapan terlalu lama dengan lawan bicara, pandanglah alis, ujung hidung, atau dahinya. 

3. Berbicaralah dengan jelas dan percaya diri

Kamu harus percaya diri pada saat memuji ataupun memberi salam. Jika tidak, pujian atau salam yang kamu lontarkan akan kehilangan nyawa dan efeknya, seperti roti kacang merah yang tidak ada kacang merahnya. 

Terlebih lagi saat berbicara di hadapan khalayak ramai, rasa percaya diri sangatlah penting. Walaupun terdengar rendah hati, hindari kalimat seperti “Aku banyak kekurangan” atau “Bahannya memang biasa saja.” 

“Jangan beri tahu musuh tentang kematianku,” ucap Jenderal Lee Sun Shin. Jika kamu ingin menang, jangan pernah ungkapkan kelemahanmu. Lawan bicara akan termakan ucapanmu jika kamu berbicara dengan jelas dan percaya diri. 

4. Ubah ekspresi dan gerakan tubuh sesuai isi ucapan

Gunakan gestur yang tepat untuk menunjukkan kesungguhan ucapanmu. Tertawalah saat menceritakan sesuatu yang menyenangkan dan kepalkan kedua tangan saat menunjukkan keyakinan yang kuat. Pakar komunikasi nonverbal Amerika, Tonya Reiman menulis dalam buku The Power of Body Language sebagai berikut:

“Orang yang memakai gestur berkesinambungan dan mirip dengan pola bahasanya akan merasakan kekuatan yang tidak dapat diidentifikasi dan terlihat seperti pembicara andal dengan wawasan yang baru dan kaya. Agar konsumen mau membeli barangnya, seorang salesman perlu sesekali melakukan gerakan tangan yang tegas untuk menunjukkan bahwa dirinya adalah ahli di bidang tersebut.” 

Nah, empat mantra di atas tidak akan punya kesaktian apa-apa jika kamu tidak menerapkannya langsung dalam komunikasi sehari-hari. Siap mencoba?

Powered by Blogger.